seolah stok cowok baik di dunia ini tuh sedikit banget.. jarang ada cowo yang bisa tulus cinta sama seseorang, kebanyakan sekarang semua bersikap baik tapi selalu aja ada pamrih nya..
maap aku ga bisa jadi seperti apa yang kamu mau.. meskipun terkadang kita sependapat dengan pemikiran yang ada, tapi tetap harus ada yang bisa menahan emosi.. selama ini kamu baik banget sama aku, bahkan kita pun sempat merencanakan hal yang menjadi impian semua orang, ending cerita dongeng yang bahagia pun bisa kamu buat nyata untuk aku.. aku pun luluh dengan semua tutur kata bijak yang kamu sampaikan, aku terbuai dengan sentuhan lembut serta kecupan manis mu, bahkan aku hampir tak bisa mengendalikan detak jantung yang makin mendera..
namun bukan itu ketulusan yang aku mau.. ketika bahasa tubuh mengganggu bahasa cinta bisa saja semua akan menjadi sebuah penyesalan yang teramat dalam.. mungkin bukan bagi kamu, tapi aku yang belum bisa menghadapi hidup jika nantinya kehilangan kamu.. dan ternyata kamu pun lebih memilih untuk menyenangkan diri sendiri tanpa peduli dengan air mata yang mengiringi hilangnya jejakmu..
apakah untuk mendapatkan cinta kita harus rela berkorban sepenuhnya?, apakah gue harus melepaskan keperawanan gue hanya untuk cinta yang belum pasti, meski dia berjanji akan selalu ada.. gue memang sulit mendapatkan cowok impian yang mau menerima gue tanpa mementingkan napsu biologis..
dan lagi gue menangis, entah karena perasaan gue terlalu dalam atau karena menyesali dirinya yang ga bisa mengerti gue..